IMPLEMENTASI FORMASIO LITURGI DALAM KELUARGA SETURUT DESIDERIO DESIDERAVI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN IMAN ANAK

  • Tri Chandra Fajariyanto STP St. Bonaventura Keuskupan Agung Medan
  • Maria Rosari Br Saragih STP St. Bonaventura Keuskupan Agung Medan
Kata Kunci: formasio liturgi, ecclesia domestica, iman anak

Abstrak

Pembinaan iman anak dalam keluarga Katolik menghadapi berbagai tantangan akibat kesibukan orang tua, lemahnya praktik doa bersama, dan berkurangnya pengalaman iman dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Di sisi lain, kajian mengenai formasio liturgi dalam keluarga sebagai sarana pembentukan iman anak masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi formasio liturgi dalam keluarga Katolik seturut Desiderio Desideravi dan dampaknya terhadap pembentukan iman anak di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap keluarga Katolik sebagai partisipan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formasio liturgi dalam keluarga diwujudkan melalui kebiasaan doa bersama, penggunaan simbol iman, pembacaan Sabda Tuhan, keterlibatan aktif anak dalam doa keluarga, pendampingan relasional orang tua, kebiasaan makan bersama, dan praktik kesaksian iman dalam kehidupan sehari-hari. Formasio liturgi dalam keluarga berkontribusi terhadap pembentukan habitus iman dan ritme rohani anak, mendorong partisipasi aktif dalam liturgi Gereja, memperdalam relasi anak dengan Kristus, serta memperkuat relasi keluarga dan kepekaan sosial anak. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga sebagai ecclesia domestica merupakan ruang penting formasio liturgi dan pembentukan iman anak dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi

Benini, M. (2024). The Emmaus account as a paradigm for liturgical formation of families: Principles and pastoral applications with reference to Pope Francis’ Desiderio Desideravi. Religions, 15(1), 1–15.

Canisius, P., & Laksito, E. (2022). Familiaris Consortio dan refleksi tentang Gereja sebagai keluarga. Credendum: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 4(2), 112–134.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Ginting, P., & Simbolon, E. (2023). Partisipasi umat dalam liturgi. Jurnal Pelayanan Pastoral, 6(1), 18–25.

Groome, T. H. (2011). Will there be faith? A new vision for educating and growing disciples. HarperOne.

Hardawiryana, R. (2010). Lumen Gentium: Konstitusi dogmatis tentang Gereja. Konferensi Waligereja Indonesia.

Hardawiryana, R. (2014a). Verbum Domini: Konstitusi dogmatis tentang wahyu ilahi. Konferensi Waligereja Indonesia.

Hardawiryana, R. (2014b). Sacrosanctum Concilium: Konstitusi tentang liturgi suci. Konferensi Waligereja Indonesia.

Jebaru, A. (2022). Liturgi sebagai perayaan umat menurut KHK Kanon 837: Upaya mewujudkan partisipasi umat dalam kehidupan sosial-politik. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 17(1), 37–68.

Krok, D., Zarzycka, B., & Telka, E. (2022). Religious rituals and spiritual formation in family life. Journal of Religion and Health, 61(1), 1–17.

Lembaga Biblika Indonesia. (2018). Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. LBI.

Mathias. (2021). Mewujudkan partisipasi umat dalam liturgi di Paroki Mbeling dalam semangat Sacrosanctum Concilium. Jurnal Teologi Praktika, 2(1), 42–55.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mukin, A. F., & Tarihoran, E. (2024). Membangun fondasi iman anak melalui katekese keluarga. Jurnal Magistra, 2(2), 210–221.

Nampar, A., & Nenga, H. D. (2018). Keluarga sebagai tempat pertama dan utama pendidikan iman anak. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 2(1), 13–21.

Paus Benediktus XVI. (2007). Sacramentum Caritatis: Seruan apostolik tentang Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan dan perutusan Gereja. Konferensi Waligereja Indonesia.

Paus Fransiskus. (2016). Amoris Laetitia: Seruan apostolik tentang sukacita kasih dalam keluarga. Konferensi Waligereja Indonesia.

Paus Fransiskus. (2017). Evangelii Gaudium: Seruan apostolik tentang pewartaan Injil di dunia masa kini. Konferensi Waligereja Indonesia.

Paus Fransiskus. (2022). Desiderio Desideravi: Surat apostolik tentang pembaruan liturgi. Konferensi Waligereja Indonesia.

Prétot, P. (2022). Points de repère pour une histoire de la formation liturgique. La Maison-Dieu, 284, 13–45.

Raymond, A., & Stenly, B. (2024). Implementasi dokumen Desiderio Desideravi bagi formasio liturgi umat beriman. Pineleng Theological Review, 1(2), 133–170.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Utami, M. G., & Tse, Antonius. (2018). Partisipasi orang muda Katolik dalam liturgi di Paroki Santo Yusuf Baturetno Wonogiri Jawa Tengah. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 20(10), 167–193.

Vianny, V., & Antonius, A. (2023). Formasio liturgi demi implementasi pembaharuan liturgi Konsili Vatikan II: Sebuah studi dokumen Gereja Desiderio Desideravi. Jurnal Filsafat dan Teologi, 31–50.

Yohanes Paulus II. (1981). Familiaris Consortio: Seruan apostolik tentang tugas keluarga Kristen dalam dunia modern. Konferensi Waligereja Indonesia.

Diterbitkan
2026-06-30
Bagian
Articles