MEMBANGUN APOLOGETIKA MISI DI ERA AKADEMIK SEKULAR
TELAAH BIBLIKA TERHADAP 1 RAJA-RAJA 17:1–6
Abstrak
Era akademik sekular menghadirkan tantangan yang signifikan bagi eksistensi iman Kristen, terutama dalam konteks pendidikan tinggi yang semakin menempatkan rasionalitas dan relativisme sebagai dasar utama berpikir. Kondisi ini menuntut hadirnya apologetika misi yang tidak hanya mampu mempertahankan iman secara argumentatif, tetapi juga memperlihatkan integritas spiritual dan keberanian profetik di tengah tekanan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi 1 Raja-Raja 17:1–6 sebagai dasar teologis dalam membangun apologetika misi di era akademik sekular. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dan analisis biblika. Penelitian ini menemukan bahwa figur Elia dalam 1 Raja-Raja 17:1–6 memperlihatkan tiga prinsip utama apologetika misi, yaitu keberanian menyatakan kebenaran Allah di tengah budaya yang menolak Tuhan, ketergantungan total kepada pemeliharaan Allah, dan konsistensi spiritual dalam menjalankan panggilan misi. Dalam konteks akademik modern, prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi penting bagi orang percaya untuk menghadirkan kesaksian iman yang intelektual, relevan, dan transformatif. Dengan demikian, apologetika misi bukan hanya sekadar pembelaan iman secara teoritis, tetapi juga merupakan perwujudan spiritualitas profetik yang mampu menjawab tantangan sekularisasi di dunia akademis.
Referensi
Bailey, Justin Ariel. 2020. Reimagining Apologetics: The Beauty of Faith in a Secular Age. Downers Grove, IL: InterVarsity Press.
Brueggemann, Walter. 2000. 1 & 2 Kings: A Commentary. Vol. 8. Smyth & Helwys Bible Commentary. Smyth & Helwys Publishing.
Craig, William Lane. 1994. Reasonable Faith: Christian Truth and Apologetics. Wheaton, Illinois: Crossway Books.
Debi Silvia Dinata, Sandro Apriedo, Listia Septiana, and Sarmauli Sarmauli. 2024. “Kepemimpinan Transformatif: Meneladani Kehidupan Dan Pelayanan Elia.” Articles. Concept: Journal of Social Humanities and Education 3 (4): 87–95. https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1561.
Frame, John M. 2018. Apologetika: Sebuah Pembenaran Bagi Kepercayaan Kristen. (Edisi Kedua). Edited by Joseph E. Torres. Translated by Philip Manurung. Surabaya: Momentum.
Geisler, Norman L. 1999. Baker Encyclopedia of Christian Apologetics. Baker Reference Library. Grand Rapids, MI: Baker Books.
Kaiser, Walter C. 2001. The Old Testament Documents: Are They Reliable and Relevant? Downers Grove: IVP Academic.
Kaiser, Walter C., Jr. 1987. Have You Seen the Power of God Lately? Lessons for Today from Elijah. San Bernardino, CA: Here’s Life Publishers.
McGrath, Alister E. 2019. Apologetika Dasar: Bagaimana Menolong Para Pencari Kebenaran Dan Orang-Orang Skeptis Untuk Percaya Pada Iman Kristen. Malang: Literatur SAAT.
Nainggolan, Jisman, and Esther Debora Soeoth. 2025. “Narasi Elia dan Nabi Baal: Kritik Hermeneutik terhadap Relasi Kekuasaan dan Pluralisme Agama di 1 Raja-Raja 18.” Jurnal: Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) 7 (2): 326–36.
Paparang, Stenly R. 2020. “Paradigma Baru Memahami Teologi Korelasi Teks Kolose 3:2 Dengan Era Disrupsi.” Phronesis: Jurnal teologi dan Misi 3 (2): 218–31. https://doi.org/https://doi.org/10.47457/phr.v3i2.117.
Ricu Sele and Soelistiyo Zacheus. 2021. “Tanggapan Alkitab Dan Gereja Terhadap Faktor Pemicu Terjadinya Perceraian.” Articles. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 3 (1). https://doi.org/10.37364/jireh.v3i1.47.
Smith, R. Scott. 2005. Truth and the New Kind of Christian: The Emerging Effects of Postmodernism in the Church. Wheaton, IL: Crossway.
Winardi, Daniel. 2021. “Iman Kristen Di Tengah Tantangan Pluralisme Agama [Christian Faith Amidst the Challenge of Religious Pluralism].” ARTICLES. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 3 (3): 208–23. https://doi.org/10.19166/dil.v3i3.3570.
Zamasi, Sozanolo, Stenly Reinal Paparang, and Rajiman Andrianus Sirait. 2024. “Mempertahankan Integritas Moral:Etika Kristen dalam Pendidikan Agama di Era Digital.” JURNAL LUXNOS 10 (1): 141–57. https://doi.org/10.47304/h5zmg985.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##







This work is licensed under a