MEMBACA 1 PETRUS 2:11–17 SEBAGAI UPAYA MELAWAN XENOFOBIA DALAM PERSPEKTIF EKLESIOLOGI DIASPORA

  • Rivo Ray Rumambi Satya Wacana Cristian Univertsity
  • Jenersia Benu Satya Wacana Cristian Univertsity
  • Imanuel Teguh Harisantoso Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: xenofobia, 1 Petrus, diaspora, eklesiologi, kemanusiaan

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  merumuskan  landasan  teologis  dalam  merespons  fenomena  xenofobia  di  Indonesia  melalui  perspektif  eklesiologi  diaspora  berdasarkan  teks  1  Petrus  2:11–17.  Eskalasi  konflik  etnis  dan  penolakan  terhadap  entitas  asing  menuntut  gereja  memiliki  navigasi  etis  yang  menempatkan  identitas  kekristenan  sebagai  subjek  yang  merangkul  keberagaman  secara  radikal.  Metode  yang  digunakan  adalah  kualitatif  deskriptif  dengan  pendekatan  studi  kepustakaan  dan  analisis  hermeneutika  biblika.  Analisis  difokuskan  pada  dialog  interdisipliner  antara  eksegesis  teks  dengan  realitas  sosiopolitik  kontemporer  di  Indonesia.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  konstruksi  identitas  jemaat  sebagai  paroikous  kai  parepidēmous  (perantau  dan  pendatang)  berfungsi  sebagai  strategi  bertahan  hidup  etis  sekaligus  dekonstruksi  terhadap  klaim  teritorial  absolut.  Penelitian  ini  merumuskan  proposisi  Eklesiologi  Diaspora  Liminal  yang  mendorong  gereja  menjadi  ruang  ketiga  bagi  rekonsiliasi  sosial.  Gereja  dipanggil  meninggalkan  model  pelayanan  karitatif  yang  segregatif  dan  bertransformasi  menjadi  komunitas  peziarah  yang  menjunjung  martabat  manusia  melampaui  sekat  suku,  etnis,  maupun  bangsa.  Pengakuan  akan  status  diaspora  memungkinkan  umat  beriman  melawan  xenofobia  melalui  integritas  moral  dan  keramahtamahan  di  ruang  publik  yang  asing. 

References

Cassidy, C., O’ Connor, R. C., Howe, C., & Warden, D. (2004). Perceived discrimination and psychological distress: the role of personal and ethnic self-esteem. Journal of Counseling Psychology.

Castles, S., Miller, M. J., & Ammendola, G. (2005). The Age of Migration: International Population Movements in the Modern World. American Foreign Policy Interests, 27(6), 537–542. https://doi.org/10.1080/10803920500434037

Efraim, A. (2023). Gereja Phobia : Refleksi Surat 1 Petrus 2:11-17 Dalam Merespons Diskriminasi Terhadap Gereja di Indonesia. Saint Paul’S Review, 3(1), 36–51. https://doi.org/10.56194/spr.v3i1.31

Hildayane 1, I. I. I. M. R. S. A. (2021). Pertukaran Sosial Masyarakat Lokal dan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Desa Fatufia Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Jurnal Predestinasi, 2, 1–11.

Hjerm, M. (1998). National Identities, National Pride and Xenophobia: A Comparison of Four Western Countries. Acta Sociologica, 41.

Jebaru Adon, M., Sad Budi, A., & Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, S. (2021). Komunitas Kristiani sebagai Duta Kasih Allah di tengah Kebhinekaan Bangsa Indonesia. Jurnal Teologi, Sosial,Dan Budaya, 4(2), 135–153. https://e-journal.stteriksontritt.ac.id/index.php/logon

Karim, Z. P., Zakia, R., Hukum, F., Mada, U. G., Budaya, F. I., & Mada, U. G. (2025). Menciptakan Musuh Imajiner : Penolakan Pengungsi Rohingya di Aceh Creating Imaginary Enemies : The Rejection of Rohingya Refugee in Aceh. Jurnal HAM, 16(2), 77–94.

Kause Munatar. (2025 Pemberdayaan Spiritual dan Sosial Melalui Pembinaan Rohani dan Layanan Diakonia di Desa Polo Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1, 18–26.

Leo, O. G. (2023). Berziarah dalam pengharapan: wajah gereja yang hidup di tengah migran dan perantau. 7.

Limpele, V. (2023). Kekristenan di tengah Pluralitas: Analisis 1 Petrus 2:11-17. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 34–45. https://doi.org/10.53674/teleios.v3i1.54

Mackintosh, R., & Long, W. (2017). Writing outside history: Reification, agency and the discourse on identity and difference. Psychology in Society, 53, 1–29. https://doi.org/10.17159/2309-8708/2017/n53a1

Mangunwijaya, Y. B. (2020a). Gereja Diaspora. PT Kanisius.

Manurung, F. S. (2018). Teologi Keramahan Allah: Sebuah Pembacaan Kristologi Lukas. Gema Teologika, 3(2), 185. https://doi.org/10.21460/gema.2018.32.410

Mardimin, J. (2018). Andil Agama Dan Politik Kekuasaan Dalam Konflik-Konflik Sosial Dan Kerusuhan-Kerusuhan Massal Di Indonesia. Kritis, 27(1), 57–80. https://doi.org/10.24246/kritis.v27i1p57-80

Marx, Tzvi C. Disability In Jewish Law London and New York: Routledge, 2002

Maulidia, H. (2022). Imigrasi, Diaspora, Dan Transnational Migration Dalam

Kajian Sosiologi Keimigrasia. Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian, 5(1), 45–60. https://doi.org/10.52617/jikk.v5i1.317

Putra Eka Andi. (2017). Membangun Komunikasi Sosial Antaretnik: Perspektif Sosiologi Komunikasi. Urnal Lintas Agama, 12, 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i1.1441

Shinta Dance Indrawati, Nining Haslinda, N. T. (2022). Pengawasan Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah.

Journal of Public Service,Public Police,and Administration, 1(1), 1–13.

Tanani, S. S., & Sugiono, S. (2025). Membangun Identitas Diri di Tengah Maraknya Persekusi: Analisa Teks Alkitab Berdasarkan Surat 1 Petrus 2:1117. Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen), 7(1), 172–183. https://doi.org/10.59177/veritas.v7i1.359

Tangirerung, J. R., Mangoki’, D., Sampeasang, A. K., & Mangolo, Y. (2023). Gereja Pilgrimasi: Menggagas Bentuk Keanggotaan Persekutuan Misional Diaspora dalam Pelayanan Gereja Toraja. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 841–859. https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.1040

Umam, F., & Koestanto, R. R. D. (2024). Konsep Dan Implementasi Moderasi Beragama dalam Ruang Digital. Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS), 1(2), 240–251. https://doi.org/10.38073/aijis.v1i2.1555 Virgoe, J. (2008). Conflict, Violence, and Displacement in Indonesia. Contemporary Southeast Asia, 30(3), 479–481. https://doi.org/10.1355/cs30-3f

Wibi, C., & Simanjuntak, N. D. (2024). Gereja Diaspora: Model Gerakan Sinodal Bagi Gereja Katolik Indonesia Pada Masa Kini. In Veritate Lux : Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Dan Budaya, 7(1), 1–17. https://doi.org/10.63037/ivl.v7i1.88

Wijaya Jonathan. (2023). Deus Migrators and Diaspora Communities: An Overview of Missiology. Jurnal Teologi, Pendidikan, Dan Misi Integral, 01, 35–51.

Yakushko, O. (2009). Xenophobia: Understanding the Roots and Consequences of Negative Attitudes Toward Immigrants. The Counseling Psychologist, 37(1), 36–66. https://doi.org/10.1177/0011000008316034

Yayusman Sari Meilinda. (2019). Tinjauan Buku Pengembangan Studi Diaspora. Masyarakat Indonesia ,45(1),106-111.

Published
2026-06-30
How to Cite
Rumambi, R. R., Benu, J., & Harisantoso, I. T. (2026). MEMBACA 1 PETRUS 2:11–17 SEBAGAI UPAYA MELAWAN XENOFOBIA DALAM PERSPEKTIF EKLESIOLOGI DIASPORA . BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 7(1), 143-161. https://doi.org/10.46558/bonafide.v7i1.471