PELAYANAN ORDO KAMILIAN TERHADAP ODGJ DI SIKKA, FLORES, MENURUT YOH 4:1-42

  • Eugenius Koresy Bour Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Petrus Cristologus Dhogo Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Fransiska Widyawati Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
Kata Kunci: Pelayanan, Ordo Kamilian, Orang dengan Gangguan Jiwa, Yohanes 4:1-42

Abstrak

Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) merupakan kelompok marginal yang kerap mendapat perlakukan tidak manusiawi, didikrinimasi, ditelantarkan dan menjadi korban kekerasan. Artikel ini mengeksplorasi pelayanan pastoral yang dilakukan oleh Ordo Kamilian di Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur terhadap kelompok ODGJ sejak tahun 2016 sampai 2023 dan merefleksikan karya tersebut dalam terang Injil Yoh 4:1-42. Metode yang dipakai adalah kualitatif. Data lapangan diperoleh melalui wawancara dan oberservasi partisipatif. Hasil penelitian menemukan bahwa Ordo Kamilian telah melakasanakan empat program rutin unggulan yakni: 1) melakukan pencarian dan pendataan ODGJ secara professional, 2) membangun komunikasi dan edukasi dengan pasien dan keluarganya, 3) memberikan pelayanan rohani, dan 4) membangun aman rumah bebas pasung. Melalui karya ini Ordo Kamilian telah menghadirkan Kristus yang peduli dan menyelamatkan orang kecil dan tersingkirkan sebagaimana pesan injil Yohanes 4:1-42. Riset ini menyimpulkan bahwa Ordo Kamilian memiliki kepedulian dan peran pastoral signifikan dalam memanusiawikan ODGJ di Sikka, NTT dan merealisasikan warta injil pembebasan bagi kaum marginal.

Riset ini menyimpulkan bahwa Ordo Kamilian memiliki kepedulian dan peran pastoral signifikan dalam memanusiawikan ODGJ di Sikka, NTT dan merealisasikan warta injil pembebasan bagi kaum marginal.

Referensi

Abineneo, JLCh. 1996. Khotbah Di Bukit. Jakata: Gunung Mulia.

Anggreni, N W Y, and Y K Herdiyanto. 2017. “Pengaruh Stigma Terhadap Self Esteem Pada Remaja Perempuan Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Tari Bali Di {SMAN} 2 Denpasar’’.” Jurnal Psikologi Udayana 4, no. 1.

Araujo, B L. 2006. “Understanding The Link between Discrimination, Mental Health Outcomes, and Life Chances among Latinos’’.” Hispanic Journal of Behavior Sciences 28, no. 2.

Asti, A D, S Sarifudin, and I M Agustin. 2016. “Public Stigma Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Kabupaten Kebumen’’.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan 12, no. 3.

Barclay, W. 1996. Pemahaman Alkitab Setiap Hari Yohanes Ps. 1-7. Jakarta: {PT} {BPK} Gunung Mulia.

Buru, P M. 2020. “Berteologi Dalam Konteks Indonesia Yang Multikultural’’.” Jurnal Ledalero 19, no. 1: 72–100.

Corrigan, P W, F E Markowitz, and A C Watson. 2004. “Structural Levels of Mental Illness Stigma and Discrimination’’.” Schizophrenia Bulletin 30, no. 3: 481–91.

Dewi, Erti, and Tantut Emi Wuri Wuryaningsih. 2020. “Stigma Against People with Severe Mental Disorder ({PSMD}) with Confinement `Pemasungan’{}’’.” Nurse Line Journal 4, no. 2.

Dhogo, P C. 2015. “Yesus Mengulurkan Tangan Dan Menjamah’’.” Jurnal Ledalero 14, no. 2: 271–86.

Gilang, Indra, and Dan Sutini. 2016. “Gambaran Stigma Masyarakat Terhadap Klien Gangguan Jiwa Di {RW} 09 Desa Cileles Sumedang’’.” Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia 2, no. 1.

Hadiwiyata, A. n.d. Sejenak Bersama Yohanes. Jakarta: Obor.

Halvorsen, Ashley. 2017. “Solitary Confinement of Mentally Ill Prisoners: A National Overview & How the {ADA} Can Be Leveraged to Encourage Best Practices.” S. Cal. Interdisc. LJ 27.

Hasan, Abd Al-Hadi, and Mahmoud Musleh. 2017. “Public Stigma toward Mental Illness in Jordan: A Cross-Sectional Survey of Family Members of Individuals with Schizophrenia, Depression, and Anxiety.” J. Psychosoc. Nurs. Ment. Health Serv. 55, no. 6 (June): 36–43.

Hauw, Andreas. 2010. “Naskah Khotbah: Air Hidup Yang Menghilangkan Rasa Malu Dan Salah (Yoh 4:6b-7, 15-18, 23-26, 39-42).” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 11, no. 1 (April): 141–46.

Hendriyana, A. n.d. “Setiap Tahun Penderita Gangguan Jiwa Di Indonesia Terus Meningkat”.” http://www.unpad.ac.id/profil/dr-suryani-skpmhscsetiap-tahun-penderita-gangguan-jiwa-di-indonesiaterus-meningkat/.

Hessamfar, E. 2015. “In The Fellowship of His Suffering: A Theological Interpretation of Mental {Illness-A} Focus.” In The Fellowship of His Suffering, 1–388.

Kapungwe, A, S Cooper, J Mwanza, L Mwape, A Sikwese, R Kakuma, and Flisher. 2010. “Mental {Illness-Stigma} and Discrimination in Zambia’’.” African Journal of Psychiatry, no. 3.

Katsikidou, M. 2012. “Victimization of The Severely Mentally Ill in Greece: The Extend of The Problem’’.” International Journal of Social Psychiatry 59, no. 7.

Lembaga Biblika Indonesia. 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. ed. Dianne Bergant dan Robert J. Karris. Yogyakarta, ed. n.d. “Tafsir Alkitab Perjanjian Baru.”

Madung, O G. 2012. “Martabat Manusia Sebagai Basis Etis Masyarakat Multikultural’’.” Basis Etis Masyarakat Multikultural’’. Diskursus-Jurnal Filsafat Dan Teologi STF Driyarkara 11, no. 2: 160–73.

Magaña, Sandy M, Jorge I Ram’irez Garc’ia, Mar’ia G Hernández, and Raymond Cortez. 2007. “Psychological Distress among Latino Family Caregivers of Adults with Schizophrenia: The Roles of Burden and Stigma.” Psychiatr. Serv. 58, no. 3 (March): 378–84.

Mere, W S, and O G N Madung. 2022. “Disruptions and Corporate Human Rights Responsibility: A Flashback to the {COVID-19}.” JSEAHR 6.

Mirsel, Robert, Yosef Keladu Koten, and Ignasius Ledot. 2022. “Peranan Gereja Katolik Dalam Penanganan Masalah Kekerasan Terhadap Perempuan Di Keuskupan Maumere Dan Larantuka, Flores, {NTT}.” J. Ledalero 21, no. 2 (December): 162.

Nahak, Servinus H. n.d. Bongkar Kedok Stigma Membaca Injil Di Tengah Krisis AIDS. Maumere: Ledalero.

Nasriati, R. 2017. “Stigma Dan Dukungan Keluarga Dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa ({ODGJ)’’}.” ODGJ)’’. Medisains: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan 15, no. 1.

Niriyah, S, D K Putri, E Wisanti, R Pradessetia, M A Wulandari, Y Anggreny, and E D Rukmini. 2023. “Pendidikan Kesehatan Stigma Gangguan Jiwa Dan Upaya Destigmatisasinya Di Wilayah Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru’’.” Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia 3, no. 1: 187–92.

Oexle, N, T Waldmann, T Staiger, Z Xu, and N Rüsch. 2018. “Mental Illness Stigma and Suicidality: The Role of Public and Individual Stigma’’.” Epidemiology and Psychiatric Sciences 27, no. 2: 169–75.

Semrau, M, S Evans-Lacko, M Koschorke, L Ashenafi, and G Thornicroft. 2015. “Stigma and Discrimination Related to Mental Illness in Low-and {Middle-Income} Countries’’.” Epidemiology and Psychiatric Sciences 24, no. 5: 382–94.

Subu, M A, D Holmes, and J Elliot. 2016. “Stigmatisasi Dan Perilaku Kekerasan Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa ({ODGJ}) Di Indonesia’’.” Jurnal Keperawatan Indonesia 19, no. 3: 191–99.

Subu, M A, I Waluyo, A E Nurdin, V Priscilla, and T Aprina. 2018. “Stigma, Stigmatisasi, Perilaku Kekerasan, Dan Ketakutan Di Antara Orang Dengan Gangguan Jiwa ({ODGJ}) Di Indonesia: Penelitian Constructivist Grounded Theory’’.” Jurnal Kedokteran Brawijaya, 53–60.

Sudak, H, K Maxim, and M Carpenter. 2008. “Suicide and Stigma: A Review of The Literature and Personal Reflections’’.” Academic Psychiatry 32: 136–42.

Tenney, Merril C. 1996. Injil Iman: Suatu Telaah Naskah Injil Yohanes Secara Analitis. Penerj. M. Rumkeny. Malang: Gandum Mas.

Teresha, D A. 2015. Perbedaan Pengetahuan, Stigma, Dan Sikap Antara Mahasiswa Tingkat Awal Dan Mahasiswa Tingkat Akhir Di Fakultas Kedokteran.

Thornicroft, G. 2008. “Stigma and Discrimination Limit Access to Mental Health Care’’.” Epidemiology and Psychiatric Sciences 17, no. 1: 14–19.

Tisera, Guido. 1992. “Firman Telah Menjadi Manusia, Memahami Injil Yohanes.” Firman Telah Menjadi Manusia, Memahami Injil Yohanes. Yogyakarta: Kanisius.

Usraleli, U, D Fitriana, M Magdalena, M Melly, and I Idayanti. 2020. “Hubungan Stigma Gangguan Jiwa Dengan Perilaku Masyarakat Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Karya Wanita Pekanbaru’’.” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20, no. 2: 353–58.

Diterbitkan
2024-06-28
Bagian
Articles