KONSEP PENEBUSAN KRISTUS DALAM KOLOSE 2:14 DAN RELEVANSINYA BAGI GEREJA TORAJA JEMAAT SION LESTARI

  • Alvary Exan Rerung Institut Agama Kristen Negeri Toraja
Kata Kunci: dosa, hutang, penebusan, Yesus Kristus

Abstrak

Tulisan ini membahas tentang pemahaman warga Gereja Toraja Jemaat Sion Lestari tentang konsep penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Bagi mereka, konsep penebusan sulit dimengerti karena Allah itu adalah Allah Yang Mahakuasa, jadi mengapa harus Yesus Kristus yang turun untuk menebus dosa manusia, sedangkan Allah bisa melakukan segalanya dengan kemahakuasaan-Nya? Itulah sebabnya, tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sederhana kepada jemaat tentang konsep penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus tersebut agar iman mereka semakin kuat. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif, studi pustaka, serta wawancara. Selain itu, juga digunakan metode analisis historis gramatikal pada Kolose 2:14, untuk mendapatkan pemahaman yang sederhana tentang konsep penebusan Yesus Kristus tersebut. Itulah mengapa tulisan ini berfokus pada analisis latar belakang, analisis kesusasteraan, analisis konteks, dan analisis tata bahasa dan makna kata, guna mendapatkan hasil bahwa dosa yang hendak ditebus oleh Yesus Kristus adalah sebuah hutang. Itulah mengapa tidak ada manusia yang bisa melunasinya, sebab semua manusia memiliki dosa. Hanya Yesus Kristus yang bisa dan layak untuk melakukannya, karena Dia satu-satunya manusia yang tidak memiliki dosa.

Referensi

Dan 2 Tesalonika. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Berkhof, Louis. 2020. Teologi Sistematika Doktrin Manusia. Surabaya: Momentum.

Beyer, A. A. Sitompul & Ulrich. 2008. Metode Penafsiran Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

BPMS-GT. 2008. Tata Gereja Gereja Toraja. Rantepao: Sulo.

Hagelberg, Dave. 2013. Tafsiran Surat Kolose dari Bahasa Yunani. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Nikijuluw, Victor P. H. 2015. Kitab Kolose Mengakui Supermasi Kristus dalam Hal-hal Sederhana dan Sepele. Jakarta Barat: Literatur Perkantas.

Pardosi, Yusuf Tana & Milton T. 2016. “Analisis Pemeliharaan Anggota Baru Agar Tetap Bertahan Dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Cihampeles Berdasarkan Kolose 2:7.” Jurnal Koinonia 8 (2): 1–8. https://doi.org/10.35974/koinonia.v8i2.2270.

Pawson, David. 2017. Membuka Isi Alkitab Perjanjian Baru Kilas Pandang Unik Seluruh Alkitab. Jakarta: Immanuel.

Rerung, Alvary Exan. 2021. “Menciptakan Self-Efficacy Pada Anak Usia 19-22 Tahun Dengan Menggunakan Pola Asuh Teori Psikososial Erik Erikson Di Gereja Toraja Jemaat Sion Lestari Klasis Wotu.” Masokan: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan 1 (2): 91–109. https://masokan.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatamasokan/article/view/22.

Talan, Yesri Esau. 2020. “Integrasi Konsep Calvinisme ‘Irresistible Grace’ dan :Predestinasi" Ditinjau Dari Teologi Kristen dan Implementasinya Bagi Gereja Masa Kini.” Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikam Kristen 2 (1): 51–61. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v2i1.23.

Tangke, Paulus M. 2012. “Isi Pengakuan Iman Gereja Toraja.” 2012.

Tenney, Merrill C. 2013. Survei Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas.

Timisela, Jacob. 2021. “Makna Ungkapan Yang Sulung Dalam Kolose 1:15 Sebagai Tanggapan Terhadap Pemahaman Kristologi Saksi Yehuwa.” Manna Rafflesia: Jurnal Teologi Agama Kristen 7 (2): 395–418. https://doi.org/10.38091/man_raf.v7i2.170.

Very, Esap. 2021. “Kajian Teologis Terhadap Kebangkitan Yesus Kristus dan Relevansinya bagi Umat Kristen Masa Kini.” Luxnos: Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia 7 (1): 36–47. https://doi.org/10.47304/jl.v7i1.39.

Diterbitkan
2022-12-27
Bagian
Articles