KONSEP BELAS KASIHAN MENURUT INJIL MATIUS 18:23-35

  • Reniwati Gulo Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto
  • Hendi Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto
Kata Kunci: Mengampuni, Belas Kasihan, Hukuman, Matius18:23-35

Abstrak

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang kehidupan yang penuh belas kasihan kepada sesama manusia menurut Injil Matius 18:23-35. Metode yang digunakan adalah eksegesis. Hasilnya menunjukkan bahwa belas kasihan adalah kunci untuk mampu mengampuni sesama. Setiap orang yang percaya Yesus menerima pengampunan dari Allah oleh belas kasihan Allah yang besar melalui pribadi Yesus Kristus. Yesus mengajarkan setiap orang percaya untuk mengampuni karena telah menerima belas kasihan-Ny. Tidak mengampuni sesama berarti Allah juga tidak mengampuni kita sebab apa yang telah di tabur di dunia akan di tuai di surga. Hukuman Allah akan berlaku kepada setiap orang yang tidak mengampuni. Oleh karena itu, sikap ini perlu diambil dan diaplikasikan oleh setiap orang percaya yang telah menerima pengampunan dari Allah di dalam Yesus Kristus.

Referensi

Augustine. 2021. “Augustine of Hippo on John 13:33 - Catena Bible & Commentaries.” 2021.

Bromiley, Geoffey W. 1979. The International Standar Bible Encyclopedia. Grand Rapids Michigan: William B. Edmans Publishing Company.

Bunda Teresa. 1977. Kehidupan Bahagia, Cinta dan Pergi.

Chrysostom, John. 407M. “Matthew 18:26.” Catena Bible & Commentaries. 407M.

Cyril of Alexandria. 444M. “Matthew 18:28.” Catena Bible & Commentaries. 444M. https://www.catenabible.com/mt/18/28.

France, R. T. 1985. Tyndale New Testament Commentaries Matthew. InterVarsity Press.

Hakh, Samuel Benyamin. 2005. Ketegaran menghadapi krisis identitas. Suatu studi terhadap silsilah Yesus dan maknanya bagi komunitas Matius. Jakarta: Unit Publikasi dan Informasi.

Haydock, George Leo. 1849. “Matthew 18:35.” Catena Bible & Commentaries. 1849. https://www.catenabible.com/com/5735e2c9ec4bd7c9723bf7d7.

Hendi. 2018a. Formasi Rohani:Fondasi, Purifikasi dan Deifikasi. Yogyakarta, Leutika Prio.

———. 2018b. “Inspirasi Batin.” Yogyakarta: Leutika Prio.

Jaffray, R. A. 1999. Perumpamaan Tuhan Yesus. Bandung: Kalam Hidup.

Jones, John D. 2012. “In Communion:Journal of the Orthodox Peace Fellowship, Spring ,8-9.”

Korengkeng, Herry Jeuke Nofrie. 2020. “Konsep Pengampunan Menurut Matius 18:21-35 dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1 (2): 150–62. https://doi.org/10.46817/huperetes.v1i2.23.

Krisostomus, Yohanes. n.d. Homili St. Yohanes Krisostomus tentang St. Yohanes 1-47, Jil. 33.

———. 1989. Para Bapa Gereja: Tentang Pertobatan dan Sedekah.

Napel, Henk Ten. 1991. Jalan Yang Lebih Utama Lagi. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

O’Collins, Gerald, dan Edward G. Farrugia. 1998. Kamus Teologi. Yogyakarta: Kanisius.

Remigius of Rheims. 533. “Matthew 18:35.” Catena Bible & Commentaries. 533. https://www.catenabible.com/mt/18/35.

Strauss, Richard. 1985. Hubungan Yang Harmonis. Bandung: Kalam Hidup.

Susanta, Yohanes K. 2015. “Hospitalitas Sebagai Upaya Mencegah Kekerasan dan Memelihara Kerukunan Dalam Relasi Islam-Kristen Di Indonesia.” Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 2 (1): 281–312. https://doi.org/10.33550/sd.v2i1.62.

Theophylact of Ochrid. n.d. “Matthew 18:30.” Catena Bible & Commentaries.

Thiessen, Henry C. 1995. Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas.

Diterbitkan
2021-12-20
Bagian
Articles