KLAIM EKSKLUSIVITAS KRISTUS DALAM KONTEKS KEMAJEMUKAN AGAMA DI INDONESIA

  • Ivoni Arisandi Kristina Koanak Sekolah Tinggi Teologi Injili Setia Siau
Kata Kunci: klaim ekslusistas, Kristus, pluralitas agama

Abstrak

Klaim eksklutivitas Kristus merupakan pengajaran fundamental yang membedakan kekristenan dengan agama-agama lain sekaligus tantangan bagi orang-orang Kristen yang hidup di tengah kemajemukan agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggali bagaimana makna makna klaim ekslusifitas Kristus di tengah-tengah pluralitas agama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil dari penelitian untuk menunjukkan bahwa soteriologi Kristen adalah pengajaran Kristen yang dapat dibuktikan secara historis. Allah yang adil dan kasih menebus dan menyelamatkan orang-orang berdosa melalui karya agung kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus Kristus menjadi satu-satunya jalan serta syarat bagi keselamatan dan pendamaian antara umat-Nya dengan Allah.

Referensi

Bavinck, Herman. 2016. Dogmatika Reformed: Dosa dan Keselamatan di dalam Kristus. Surabaya: Momentum.

Bray, Gerald. 2019. Allah Telah Berfirman - Sejarah Theologi Kristen. 1 ed. Surabaya: Momentum.

Carson, D. A. 2018a. Basic For Believers - The Core Of Christian Faith And Life. Grand Rapids, MI: Baker Books.

———. 2018b. Kristus Dan Kebudayaan - Sebuah Kajian Baru. 1 ed. Surabaya: Momentum.

Cole, Graham A. 2013. The God Who Became Human - A Biblical Theology Of Incarnation. Illinois: InterVarsity Press.

Dwipayana, Akina, Esther Idayanti, dan Daniel Runtuwene. 2022. “Perkembangan Spiritual Postmodern Dalam Konteks Gereja.” Jurnal: Jurnal Teruna Bhakti 2, no. 2: 213–30. https://doi.org/10.47131/jtb.v4i2.95.

Frederik, Hanny. 2015. “Konsep Persatuan Dengan Kematian Dan Kebangkitan Kristus Berdasarkan Roma 6:1-14.” Jurnal Jaffray 13, no. 2: 215–48. https://doi.org/10.25278/jj71.v13i2.179.

Ian Paul, David Wenham. 2013. Preaching The New Testament. 1 ed. England: Inter-Varsity Press.

Jatmiko, Yudi. 2021. “Sebuah Analisis terhadap Problematika Impekabilitas Kristus Berkaitan Dengan Realitas Pencobaan Yang Kristus Alami.” Dunamis: Jurnal Penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2: 325–38. https://doi.org/10.30648/dun.v5i2.411.

Nabuasa, Kamenia Melyanty, dan Intoni Asmo Tobing. 2022. “Sorotan Teologis Terhadap Paradigma & Praktik Misi Kaum Pluralis.” Jurnal Misio-Christo 5, no. 2: 166–77. https://doi.org/10.58456/missiocristo.v5i2.41.

Nazara, Sukarata Madani. 2021. “Logika Keselamatan: Studi Eksegetis Roma 1:16-17.” Jurnal Sundermann 14, no. 2: 13–23. https://doi.org/10.36588/sundermann.v14i2.60.

Objantoro, Enggar. 2016. “Pluralisme Agama-Agama: Tantangan Bagi Teologi Kristen.” Jurnal Simpson: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (Maret): 61–80. https://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/Js/article/view/6.

Rande, Nicolas, dan Daniel Ronda. 2013. “Makna Kebangkitan Kristus Berdasarkan 1 Korintus 15:12-28 Dan Implikasinya Bagi orang Percaya.” Jurnal Jaffray 11, no. 2: 1–28. https://doi.org/10.25278/jj71.v11i2.79.

Rotua, Dewi Magdalena. 2014. “Toleransi Agama Dan Motif Misi Kristen.” Jurnal: Missio Ecclesiae 3, no. 2: 145–61. https://doi.org/10.52157/me.v3i2.41.

Stassen, Gleen H., dan David P. Gushee. 2013. Etika Kerajaan - Mengikut Yesus Dalam Konteks Masa Kini. 1 ed. Surabaya: Momentum.

Stevanus, Kalis. 2021. “Relevansi Supremasi Kristus Bagi Pemberitaan Injil Di Indonesia: Eksegesis Injil Yohanes 14:6.” Jurnal Kamasean 2, no. 1: 32–46. https://doi.org/10.34307/kamasean.v2i1.51.

Susanti, Aya. 2017. “Relevansi Finalitas Kristus Di Tengah-Tengah Arus Pluralisme Dan Pluralitas Masyarakat Indonesia.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. 1: 85–102. https://doi.org/10.46445/ejti.v1i1.65.

Zed, Mestika. 2008. Metodologi Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor.

Diterbitkan
2023-12-27
Bagian
Articles