R-20 DAN AMBIVALENSI AGAMA: TANTANGAN DALAM MEREKONSTRUKSI IDENTITAS AGAMA
Abstrak
Forum G20 dimana Indonesia sebagai tuan rumah yang berlangsung pada tahun 2022, ternyata diiringi dengan pelaksanaan forum R20 yang diinisiasi oleh PBNU. Forum yang menjadi perjumpaan tokoh-tokoh antar agama dari berbagai belahan dunia. Perjumpaan antar tokoh agama ini, menjadi dorongan untuk agama dalam melakukan aksi-aksi perdamaian dan kemanusiaan. Sebagai wadah yang menjadi jembatan antar tokoh agama ini, terdapat tantangan dan juga perbedaan tujuan yang menjadi jembatan. Belum juga narasi luka dan sejarah kekerasan yang terjadi antar agama, menjadikan hambatan dalam perjumpaan-perjumpaan antar agama menjadi kaku dan sekedar formalitas belaka. Maka dalam tulisan ini ingin menelisik peran dan makna forum R20, dalam merekonstruksi identitas agama. Identitas agama yang bersifat dualistik makna, bisa dimaknai sebagai akar kekerasan bisa juga dimaknai sebagai akar perdamaian. Penelitian ini menggunakan kajian literatur, dengan menggunakan sumber-sumber yang mengulas tentang hasil dan arah dari Forum R-20. Dilengkapi dengan analisa kepustakaan terkait dengan makna agama, dan identitas agama yang dualistik. Melalui tulisan ini ditemukan bahwa forum R-20, menjadi harapan baru agama, untuk berfokus masalah kemanusiaan, ekologis, dan juga permasalahan sosial-ekonomi. Dengan mengedepankan nilai-nilai tersebut, maka konstruksi wajah agama yang ambivalensi akan mengarahkan setiap umat beragama untuk mengedepankan nilai perdamaian dan pembangunan kemanusiaan.
Referensi
Alwi Shihab. (2014). Building Bridgers Through Inter-Religious Dialogue. In B. Adeney-Risakotta (Ed.), Dealing With Diversity: Religion, Globalization, Violance, Gender and Disaster in Indonesia. Globalethics.net.
Emile Durkheim. (1995). The Elementary Forms Of Religious Life (Karen E. Fields (ed.)). The Free Press. https://monoskop.org/images/a/a2/Durkheim_Emile_The_Elementary_Forms_of_Religious_life_1995.pdf
Gora, R. B. (2019). Melacak Peran Agama Dalam Ruang Publik. Logos , Jurnal Filsafat-Teologi, 165.
Hasenclever, A., & Rittberger, V. (2000). Does religion make a difference? Theoretical approaches to the impact of faith on political conflict. Millenium, 29(3), 641–674. https://doi.org/10.1177/03058298000290031401
Hertog, K. (2010). The Complex Reality of Religious Peace Building : Conceptual Contributions and Critical Analysis. Lexington Books.
John A. Titaley. (2010). Kitab Suci Sebagai Akar Kekerasan Dalam Agama. In Memahami Kebenaran Yang Lain Sebagai Upaya Pembaharuan Hidup Bersama. Taman Pustaka Kristen Indonesia dan Fakultas Teologi UKDW.
Kay, A. (2018). Erikson Online: Identity and Pseudospeciation in the Internet Age. Identity, 18(4), 264–273. https://doi.org/10.1080/15283488.2018.1523732
Kemenag. (2022). Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2021 Masuk Kategori Baik. https://www.kemenag.go.id/read/indeks-kerukunan-umat-beragama-tahun-2021-masuk-kategori-baik
Kholiludin, T. (2018). Wajah Ganda Agama: Integrasi, Konflik Dan Rekonsiliasi. Iqtisad, 4(1), 1–20. https://doi.org/10.31942/iq.v4i1.1999
Kusumaningrum, D., Ali-Fauzi, I., Rafsadi, I., Manuputty, J., Wuye, J., Muhammad, A., Nurul, A., Panggabean, S. R., Hutagalung, S., & Al Qurtuby, S. (2017). Ketika Agama Bawa Damai, Bukan Perang: Belajar dari “Imam dan Pastor.” In Ketika agama Bawa Damai, BuKan Perang. PUSAD Paramadina. https://www.suaraislam.co/wp-content/uploads/2017/11/KetikaAgamaBawaDamai-Web-1.pdf#page=15
M. Iqbal. (2022). Kemenag Cilegon Sebut Izin Pembangunan Gereja yang Ditolak Belum Penuhi Syarat. DetikNews.Com. https://news.detik.com/berita/d-6283960/kemenag-cilegon-sebut-izin-pembangunan-gereja-yang-ditolak-belum-penuhi-syarat
Malory Nye. (2008). Religion: The Basics (Vol. 2). Routledge.
Manuel Castell. (2020). The Power of Identity, The Information Age: Economy, Society and Culture. In The Power of Identity Claims (pp. 1–7). https://doi.org/10.4324/9781003011590-1
Mohamad Zaki Husein. (n.d.). Sosiologi Agama Durkheim. Retrieved March 10, 2023, from https://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/islam/gapai/Durkheim.html
Muzaqqi, F. (2019). Diskursus Demokrasi Deliberatif di Indonesia. Pusat Penerbitan dan Percetakan Airlangga Press.
Oppong, S. H. (2013). Religion and Identity. American International Journal of Contemporary Research, 3(6). www.aijcrnet.com
Paulus S. Widjaja, Djoko Prasetyo Adi Wibowo, I. G. (2021). Politik Identitas dan Religiusitas Perdamaian Berbasis Pancasila di Ruang Publika. Gema Teologika: Jurnal Fakultas Theologia UKDW, 6 No. 1.
Renard, J. (2012). Fighting Words: Religion, Violence, and the Interpretation of Sacred Texts. In Fighting Words: Religion, Violence, and the Interpretation of Sacred Texts. University of California Press. https://doi.org/10.1080/21567689.2014.1002181
Rochmanudin. (2022). Ini 7 Poin Hasil Forum Agama R20 Bali. IDN Times Times. https://www.idntimes.com/news/indonesia/rochmanudin-wijaya/7-poin-hasil-r20-bali-tokoh-agama-dorong-budaya-damai-solusi-global
Samuel, & Tumonglo, E. E. (2023). Toleransi: Peran Tokoh Agama sebagai Perekat Kerukunan Umat Beragama. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(1), 81–91. https://doi.org/10.22373/arj.v3i1.14734
Scott Appleby. (2000). The Ambivalence of the Sacred: Religion, Violence, and Reconciliation. In Rowman & Littlefield (Vol. 13, Issue 1). Rowman & Littlefield.
Steph Lawler. (2014). Identity: Sociological Perspective (2nd ed., Vol. 21, Issue 1). Polity Press. http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/2203
Suara Lampung. (2023). Aksinya Bubarkan Ibadah di GKKD Bandar Lampung Dikecam, Ketua RT Buka Suara - Suaralampung.id. https://lampung.suara.com/read/2023/02/21/111140/aksinya-bubarkan-ibadah-di-gkkd-bandar-lampung-dikecam-ketua-rt-buka-suara
Taylor, S. (2015). Identity Construction Book Section. Open Research Online. https://doi.org/10.1002/9781118611463.wbielsi099
Wahju S. Wibowo. (2016). Iman dan Agama Yang Membebaskan. In Teologi Yang Membebaskan dan Membebaskan Teologi. Yayasan TPK Indonesia & Fakultas Teologi UKDW. https://www.researchgate.net/profile/Robert-Setio/publication/334041805_Book_Teologi_yang_Membebaskan_dan_Membebaskan_Teologi_final/links/5d138915458515c11cfb46bd/Book-Teologi-yang-Membebaskan-dan-Membebaskan-Teologi-final.pdf
Yamin, S. (2008). Understanding religious identity and the causes of religious violence. Peace Prints: South Asian Journal of Peacebuilding, 1(1), 1–21.
Zahareas, A. N. (1984). Unamuno’s Marxian Slip: Religion as Opium of the People. The Journal of the Midwest Modern Language Association, 17(1), 16. https://doi.org/10.2307/1315458
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##







This work is licensed under a