KRITIK TERHADAP PENGANUT AGAMA KRISTEN DAN AGAMA SUKU MENURUT PERSPEKTIF IMMANUEL KANT DALAM KONTEKS SUKU BOTI
Abstrak
Tujuan penulisan artikel ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan Kritik Imannuel Kant tentang agama dalam konteks kehidupan keagamaan yang terjadi di desa Boti. Tulisan ini mengacu pada kerangka teori Imannuel Kant dan urgensinya bagi kehidupan keagamaan, khususnya di desa Boti. Sebagaimana yang dijelaskan Kant bahwa keyakinan agama yang murni bukanlah untuk membangun institusi manusia yang baru, tetapi melakukan kritik rasional terhadap agama-agama yang ada serta mencoba untuk membimbing agama-agama dalam kemajuan menuju cita-cita komunitas manusia universal. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi dan studi pustaka. Dalam penelitian, peneliti menemukan bahwa kritik Imannuel Kant memberikan pemahaman baru kepada penganut Kristen dan penganut agama suku (halaika) untuk menempatkan agama dengan benar serta terbuka secara logika mau pun secara moral. Artinya moral dan logika tidak berdiri sendiri tetapi berjalan bersama dengan tujuan membuat perubahan yang baik bagi semua orang. Kritik Kant bermanfaat karena memberikan sumbangsih konstan bagi perbaikan moral keagamaan dan logika keagamaan setiap orang.
Referensi
Atabik, A. (2014). Teori Kebenaran Perspektif Filsafat Ilmu: Sebuah Kerangka Untuk Memahami Konstruksi Pengetahuan Agama. FIKRAH: Jurnal Ilmu Aqidah Dan Studi Keagamaan, 2(2). https://doi.org/10.21043/FIKRAH.V2I2.565
Bakker, A. (2000). Antropoli Metafisik. Kanisius.
Desi Sianipar, R. D. Y. P. (2022). Feodalisme Budaya Dan Konsep Pendidikan Agama Kristen Yang Membebaskan. CV Widina Media Utama.
Dinata, S. (2021). Epistemologi Kritisisme Immanuel Kant. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, 7(2), 217–236. https://doi.org/10.20871/KPJIPM.V7I2.183
Enss, P. (2012). The Moody Handbook Of Theology. Literatur SAAT.
Faturahman, B. M. (2018). Pluralisme Agama Dan Modernitas Pembangunan. Prosiding Seminar Nasional Islam Moderat, 1, 20–41.
Fauzan, F. (2012). Etika Bisnis Islam Dalam Pandangan Filsafat Ilmu (Telaah Atas Pemikiran Etika Immanuel Kant). Jurnal Ekonomi Modernisasi, 8(2), 90–117.
Fransiskus Penjualan Lega. (2016). Filsafat Politik Kant Dan Relevansinya Bagi Perlindungan Martabat Manusia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 8(1), 20–41. https://doi.org/10.36928/JPKM.V8I1.69
Gomes, A. (2017). Kant and the Philosophy of Mind Perception, Reason, and the Self. Oxford University Press.
Hasil Wawancara Dengan Raja Boti. (2022). Hasil Wawancara Dengan Raja Boti.
Heddy Shri Ahimsa-Putra. (2012). Fenomenologi Agama: Pendekatan Fenomenologi Untuk Memahami Agama. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(2), 271–304. https://doi.org/10.21580/WS.20.2.200
Husna AMin. (2013). Aktualisasi Humanisme Religius Menuju Humanisme Spiritual dalam Bingkai Filsafat Agama. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 15(1), 66–80. https://doi.org/10.22373/SUBSTANTIA.V15I1.4885
Iventus Ivos Kacu & R. F Bhanu Viktorahadi. (2023). Afirmasi Agama dan Negasi atas Ateisme dalam Pemikiran Kant tentang Moralitas. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 695–713. https://doi.org/10.30648/DUN.V7I2.695
Jalil, M. (2020). Sinergitas Filsafat Dan Agama Bagi Masyarakat Di Era Kontemporer. Ath Thariq Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 3(2), 215–234. https://doi.org/10.32332/ATH_THARIQ.V3I2.1903
Jefrie Walean. (2022). Agama dan Teologi Kristen di Era Post-Truth dan Disrupsi: Sebuah Kritik Sosiologis. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, Vol. 3(2), 59–70.
Remegises Danial Yohanis Pandie, Sianipar, D., & Naibaho, L. (2022). Pendidikan Agama Kristen yang Membebaskan: Pedagogis Kritis Paulo Freire dalam Konteks Budaya Suku Boti. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 579–591. https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.944
Seta, M. A. (2016). Status Tuhan dalam Filsafat Teoretis Immanuel Kant. DISKURSUS - Jurnal Filsafat Dan Teologi, 15(1), 69–90.
Thomas, D. B. (2020). Korelasi Landasan Teologis Dan Filosofis Dalam Pengembangan Prinsip Dan Praksis Pendidikan Agama Kristen. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 3(1), 1–23. https://doi.org/10.47457/PHR.V3I1.46
Thriyana, D. (2016). Categorical Imperative Immanuel Kant sebagai Landasan Filosofis Pelaksanaan Putusan Arbitrase. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal Of Law), 3(1), 83–96. https://doi.org/10.22304/PJIH.V3N1.A5
Titus. (2021). Tinjauan Kritis Terhadap Ajaran Fredrich Schleiermacher Dalam Hubungannya Doktrin Dasar Kristen. Jurnal Teologi & Pelayanan ( Kerusso ), 6(1), 35–46.
Wibowo, S. (2013). Permasalahan Iman: Kritik Atas Iman Dalam Filsafat Barat Dan Tawaran Jawaban. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, 3(1), 3–34.
Yusuf, H. (2016). Urgensi Filsafat Dalam Kehidupan Masyarakat Kontemporer: Tinjauan Filsafat Islam Terhadap Fungsi Moral Dan Agama. Jurnal Theologia, 27(1), 51–72. https://doi.org/10.21580/TEO.2016.27.1.926
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##







This work is licensed under a