MEMBACA KISAH ZAKHEUS DALAM PERSPEKTIF DISABILITAS

  • Imanuel Teguh Harisantoso Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana
Kata Kunci: Zakheus, Disabilitas, Penafsiran Disabilitas, Injil Lukas

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kisah Zakheus yang terdapat dalam Lukas 19:1-10 dalam perspektif disabilitas. Pemungut cukai, orang kaya, badan pendek dan orang berdosa adalah gambaran karakterisasi pribadi Zakheus. Ia diidentifikasi dalam citra negatif, tidak disukai masyarakat karena pekerjaan dan status sosialnya; diisolasi dari banyak orang, termasuk peran sosial agama dan politiknya. Pendekatan penafsiran disabilitas-poskolonial akan membantu peneliti menguarai stigma negatif yang menempel dalam identitas diri Zakheus. Pendekatan yang pro keadilan ini akan memandu untuk melihat secara objektif citra diri negatif, realisme sosial, kekuatan sosial, politik dan ideologis keagamaan yang mengkonstruksi Zakheus dalam balutan teks-teks suci agama. Ini akan menjadi pendekatan baru untuk menganalisis kekuatan ideologi dominan terhadap orang-orang lemah yang dikarakterisasi negatif. Hasilnya, asumsi fisignomi tubuh pendek sebagai gambaran karakteristik manusia dan rendahnya spiritualitas seseorang tidak patut untuk dijadikan ukuran; ketiadaan kesembuhan fisik sebagaimana pendekatan model medis menandakan bahwa persoalan disabilitas tidak hanya soal personal, melainkan masalah relasi sosial; dan kehadiran Yesus di rumah Zakheus merupakan simbol aksesibilitas dan inklusivitas bagi semua orang.

 

Referensi

Benawa, A. (2022). Sikap Respek Yesus Terhadap Penyandang Disabilitas. International Journal of Disabilites and Social Inclusion, 2(1), 35–40. https://doi.org/10.3333/ijodasi.v2i01.23

Creamer, D. B. (2009). Disability and Christian Theology Embodied Limits and Constructive Possibilities. Oxford University Press.

Harisantoso, I. T. (2019). Identitas Postkolonial Perempuan Siro Feniisia Dalam Markus 7:24-3. Regula Fidei, 4(2), 147–157. https://doi.org/10.46307/rfidei.v4i2.35

Harisantoso, I. T. (2022). Congregational Perceptions and Disabilities Access. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 4(1), 58–81. https://doi.org/10.35909/visiodei.v4i1.242

Indonesia. (2016). UU RI No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

Melcher, S. J., Parsons, M. C., & Yong, A. (Ed.). (2017). The Bible and Disability A Commentary. Baylor University Press.

Mendrofa, M. D., & Togatorop, K. (2020). Pemahaman Siswa Tentang Aktualisasi Diri Berdasarkan Lukas 19:1-10 Dengan Motivasi Belajar PAK Di SMA Gajah Mada Medan TA 2017/2018. Providensi: Jurnal Pendidikan dan Teologi, 3(2), 38–52. https://doi.org/10.51902/providensi.v3i2.96

Mitchell, D. T., & Snyder, S. L. (2011). Narrative Prosthesis Disability and the Dependencies of Discourse. The University of Michigan Press.

Olyan, S. M. (2008). Disability in the Hebrew Bible. Cambridge University Press.

Parsons, M. C. (2011). Body and Character in Luke and Acts: the subversion of physiognomy in early Christianity. Baylor University Press.

Raphael, R. (2008). Biblica Corpora: Representations of Disability in Hebrew Biblical Literature. T & T Clark International.

Rukundwa, L. S. (2008). Postcolonial theory as a hermeneutical tool for Biblical reading. In HTS Teologiese Studies / Theological Studies (Vol. 64, Nomor 1, hal. 339–351). AOSIS (pty) Ltd. https://doi.org/10.4102/hts.v64i1.26

Schipper, J. (2006). Disability studies and the Hebrew Bible: figuring Mephibosheth in the David story. T & T Clark International.

Setyawan, Y. B. (2013). Membaca Alkitab Dalam Perspektif Disabilitas: Menuju Hermeneutik Disabilitas.

Sinaga, M. L. (2004). Identitas Poskolonial Gereja Suku dalam Masyarakat Sipil. LkiS.

Soles, J. C. (2018). Disability and the Bible. The Christian Citizen. https://medium.com/christian-citizen/disability-and-the-bible-343f4f788744

Sugirtharajah, R. S. (2002). Poscolonial Criticism and Biblical Interpretation. Oxford University Press.

Suwantie, S. (2020). Pendosa terbesar Yang Menerima Keselamatan (Lukas 19:1-10). Exelcise Deo. Jurnal: Teologi, Misiologi dan Pendidikan, 4(1), 89–100. https://doi.org/10.51730/ed.v4i1.33

Diterbitkan
2023-06-29
Bagian
Articles