ANALISIS KISAH PENCIPTAAN SUMBER Y DALAM KEJADIAN 2:4b-25 DARI PERSPEKTIF EKOLOGI
Abstrak
Artikel ini menganalisis kisah penciptaan sumber Y dalam kejadian 2:4b-25 dari perspektif ekologi. Salah satu permasalahan utama dari kerusakan alam seperti perubahan iklim adalah manusia menganggap dirinya di luar ciptaan dan menjadi pusat segala ciptaan. Melalui perspektif ini, alam dilihat hanya sebagai objek yang menguntungkan bagi manusia sehingga konsep berdasarkan laba yang diperankan oleh ekonomi-kapitalistik menjadi hal sentral dalam kesejahteraan manusia. Kesejahteraan ini hanya melibatkan manusia dan kesejahteraan alam dikorbankan demi manusia. Tulisan ini menggunakan metode kritik-historis dan digabungkan dengan perspektif ekologis untuk melihat kisah penciptaan sumber Y dan menggali nilai-nilai ekologis yang terdapat di dalamnya. Hasilnya, kisah penciptaan Y memiliki dimensi ekologis yang kuat dimana kesejahteraan bersama antara alam dan manusia harus dijaga layaknya kesejahteraan di taman Eden. Pembacaan ekologis sangat diperlukan demi terciptanya perspektif yang utuh terhadap kehidupan dan memberikan dampak positif terhadap upaya pencegahan krisis iklim.
Referensi
Blommendal, J. 2006. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gungung Mulia.
Borrong, Robert Patannang. 2019. “Kronik Ekoteologi: Berteologi dalam Konteks Krisis Lingkungan.” Stulos 17 (2): 183–212.
Carr, David M. 2020. The Formation of Genesis 1-11: Biblical and Other Precursors. Oxford: Oxford University Press.
Carr, David McLain. 2010. An Introduction to the Old Testament: Sacred Texts and Imperial Contexts of the Hebrew Bible. Wiley-Blackwell.
Collins, John J. 2014. Introduction to the Hebrew Bible: and Deutero Canonical Books. Minneapolis: Fortress Press.
Gadamer, Hans Georg. 2004. Truth and Method. Open Journal of Philosophy. Vol. 03. London: Continuum. https://doi.org/10.4236/OJPP.2013.34076.
Habel, Norman. 2011. The Birth, the Curse and the Greening of Earth: An Ecological Reading of Genesis 1-11. Sheffield: Sheffield Academic Press.
Hayes, John H, dan Carl R. Holladay. 2006. Pedoman Penafsiran Alkitab. Diedit oleh Ioanes Rakhmat. Jakarta: BPK Gungung Mulia.
Kalampung, Yan Okhtavianus, Adriana Awumbas, dan Halomoan Alfian Londok. 2020. “Kisah Taman Eden sebagai Gambaran Ideal Relasi Ekologis Antar Ciptaan.” DA’AT : Jurnal Teologi Kristen 1 (1): 23–31. https://doi.org/10.51667/DJTK.V1I1.83.
Keraf, Sonny. 2014. Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai sebuah Sistem Kehidupan Bersama. Yogyakarta: Kanisius.
Lassor, W.S, D.A Hubbard, dan F.W Bush. 2008. Pengantar Perjanjian Lama 1: Taurat dan Sejarah. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Magdoff, Fred, dan John Bellamy Foster. 2018. Lingkungan Hidup dan Kapitalisme: sebuah Pengantar. Tangerang: Marjin Kiri.
Maggang, Elia. 2019. “Menampakkan Corak Biru Kekristenan Indonesia.” Indonesian Journal of Theology 7 (2): 162–88. https://doi.org/10.46567/IJT.V7I2.149.
Osborne, Grant R. 2006. The Hermeneutical Spiral: A Comprehension Introduction to Biblical Interpretation. Westmont: InterVarsity Press.
Singgih, Emanuel Gerrit. 2021. Pengantar Teologi Ekologi. Yogyakarta: Kanisius.
Whitehead, Alfred North. 1978. Process and Reality: an Essay in Cosmology . Science. New York: The Free Press.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##







This work is licensed under a