KONSEP MERDEKA BELAJAR DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KRISTEN UNTUK MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL

  • Pahotkon Purba Universitas Pelita Harapan
  • Jessica Elfani Bermuli Universitas Pelita Harapan
Keywords: flexibility, curriculum, merdeka belajar, 21st century learning, transformation of education

Abstract

The concept of Merdeka Belajar is a learning approach that makes students the centre and orientation of learning. In contrast, the Christian Education curriculum is centred on Christ and students as the orientation. There is nothing wrong with these two concepts. Integrating both will lead to a new idea that can be applied in Christian Education. The purpose of this study is to review the integration of Merdeka Belajar concept in the Christian Education curriculum to support the digital learning process. The study is conducted using literature review methods. The concept of Merdeka Belajar can be integrated into the Christian Education curriculum by putting it first and prioritizing Christian values, which is expected to help students adapt well to technology and enable them to implement a full range of digital learning. Integration influences the design and learning process, the assessment system, and the role of the teacher.

References

Abidah, Azmil, Hasan Nuurul Hidaayatullaah, Roy Martin Simamora, Daliana Fehabutar, dan Lely Mutakinati. 2020. “The Impact of Covid-19 to Indonesian Education and Its Relation to the Philosophy of ‘Merdeka Belajar.’” Studies in Philosophy of Science and Education 1 (1): 38–49. https://doi.org/10.46627/sipose.v1i1.9.

Ainia, Dela Khoirul. 2020. “‘Merdeka Belajar Dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara Dan Relevansinya Bagi Pengembangan Pendidikan Karakter.’” Jurnal Filsafat Indonesia 3 (3): 95–101.

Alhumaid, Khadija. 2019. “Four Ways Technology Has Negatively Changed Education.” Journal of Educational and Social Research 9 (4): 10–20. https://doi.org/10.2478/jesr-2019-0049.

Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Basar, Afip Miftahul. 2021. “Problematika Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di SMPIT Nurul Fajri – Cikarang Barat – Bekasi).” Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan 2 (1): 208–18.

Brummelen, Harro Van. 2009. Berjalan Bersama Tuhan di dalam Kelas: Pendekatan Kristiani untuk Pembelajaran. 2nd ed. Vol. 66. Tangerang, Banten, Indonesia: Universitas Pelita Harapan Press.

Cendana, Wiputra. 2019. “Kurikulum Bagi Pemula TinjauanTeori dan Aplikasi Dalam Perspektif Kristiani.” In Kurikulum Bagi Pemula TinjauanTeori dan Aplikasi Dalam Perspektif Kristiani, 44–64. Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia: CV Oase Grup.

Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Faiz, Aiman, dan Imas Kurniawaty. 2020. “Konsep Merdeka Belajar Pendidikan Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Progresivisme.” Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 12 (2): 155–64. https://doi.org/10.35457/konstruk.v12i2.973.

Ghavifekr, Simin, dan Wan Athirah Wan Rosdy. 2015. “Teaching and learning with technology: Effectiveness of ICT integration in schools.” International Journal of Research in Education and Science 1 (2): 175–91. https://doi.org/10.21890/ijres.23596.

Graham, Donovan L. 2009. Teaching redemptively: Bringing grace and truth into your classroom. Journal of Chemical Information and Modeling. 2nd ed. Vol. 53. Colorado Spring: CO:Purposeful Design Publications.

Herman Bavinck. 2008. Reformed Dogmatics: Prolegomena. Grand Rapids: Baker Publishing Group.

Kemendikbud. 2019. Merdeka Belajar. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemp, A T, J Preston, C S Page, R Harper, B Dillard, J Flynn, dan M Yamaguschi. 2014. “Technology and Teaching: A Conversation Among Faculty Regarding the Pros and Cons of Technology.” The Qualitative Report 19 (6): 1–23. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2014.1248.

Knight, George R. 2009. Filsafat & pendidikan: Sebuah pendahuluan dari perspektif Kristen. Diterjemahkan oleh C E Citraningtyas. 4 ed. Tangerang, Banten, Indonesia: Universitas Pelita Harapan Press.

Lase, Evasari Kristiani, dan Friska Juliana Purba. 2020. “Alkitab Sebagai Sumber Pengetahuan Sejati Dalam Pendidikan Kristen Di Sekolah Kristen: Sebuah Kajian Epistemologi.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 4 (2): 149–66. https://doi.org/10.37368/ja.v4i2.145.

MacCullough, M. 2013. By design: Developing a philosophy of education informed by a Christian worldview. Pennsylvania, Langhorne, USA: Cairn University. Langhorne, Pennsylvania: Cairn University.

Mardiana, Dina, dan Umiarso Umiarso. 2020. “Merdeka Belajar di Tengah Pandemi COVID-19: Studi di Sekolah Menengah Pertama di Indonesia.” Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 13 (2): 78. https://doi.org/10.31332/atdbwv13i2.1896.

Mishra, Punya. 2020. “Tipping Point for Online Learning? On Questioning the Right Assumptions.” ECNU Review of Education 3 (4): 735–38. https://doi.org/10.1177/2096531120934492.

Munthe, A P. 2019. “Belajar dan Pembelajaran.” In Kurikulum bagi Pemula: Tinjauan Teori dan Aplikasi dari Perspektif Kristen, diedit oleh J Zendrato, J S Putra, W Cendana, A E Susanti, A P Munthe, dan A W Pangestuti, 65–93. Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia: CV Oase Grup.

Muslikh. 2020. “Landasan Filosofis Dan Analisis Terhadap Kebijakan Merdeka Belajar Dan Kampus Merdeka.” Jurnal Syntax Transformation 1 (3): 40–46. https://doi.org/10.46799/jst.v1i3.29.

Mustaghfiroh, Siti. 2020. “Konsep ‘Merdeka Belajar’ Perspektif Aliran Progresivisme John Dewey.” Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran 3 (1): 141–47. https://doi.org/10.30605/jsgp.3.1.2020.248.

Nadeak, Erni Hanna, dan Dylmoon Hidayat. 2017. “Karakteristik pendidikan yang menebus di suatu sekolah Kristen.” Polyglot: Jurnal Ilmiah 13 (2): 87–89.

Naidu, S. 2017. “How flexible is flexible learning, who is to decide and what are its implications?” Distance Education 38 (3): 269–72. https://doi.org/10.1080/01587919.2017.1371831.

Pretorius, Lynette, Greg van Mourik, dan Catherine Barratt. 2017. “Student Choice and Higher-Order Thinking: Using a Novel Flexible Assessment Regime Combined with Critical Thinking Activities to Encourage the Development of Higher Order Thinking.” International Journal of Teaching and Learning in Higher Education 29 (2): 389–401.

Priyatna, Novel. 2017. “Peran Guru Kristen sebagai Agen Restorasi dan Rekonsiliasi dalam Mengembangkan Karakter Kristus pada Diri Remaja sebagai Bagian dari Proses Pengudusan.” Jurnal Polyglot 13 (1): 1–7. https://doi.org/10.19166/pij.v13i1.333.

Rahim, Fanny Rahmatina, Dea Stevani Suherman, dan Murtiani Murtiani. 2019. “Analisis Kompetensi Guru dalam Mempersiapkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Era Revolusi Industri 4.0.” Jurnal Eksakta Pendidikan (Jep) 3 (2): 133. https://doi.org/10.24036/jep/vol3-iss2/367.

Rahmadi, Pitaya, dan Chusmiaty Rombean. 2021. “Relasi Antara Guru dan Siswa: Sebuah Tinjauan dari Sudut Pandang Alkitabiah [The Relationship Between Teachers and Students: A Biblical Review].” Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 3 (1): 16. https://doi.org/10.19166/dil.v3i1.2567.

Rasilim, Connie. 2019. “Studi Pengalaman Mahasiswa Calon Guru Dalam Mempraktekkan Filsafat Pendidikan Kristen [a Field Experience Study of Pre-Service Teachers in Putting the Christian Education Philosophy Into Practice].” Polyglot: Jurnal Ilmiah 15 (1): 36. https://doi.org/10.19166/pji.v15i1.1075.

Ratnawulan, E, dan H A Rusdiana. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung, Jawa Barat, Indonesia: Pustaka Setia.

Stošić, Lazar. 2015. “The importance of educational technology in teaching.” International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education 3 (1): 111–14. https://doi.org/10.23947/2334-8496-2015-3-1-111-114.

Susanti, A E. 2019. “Unit Pembelajaran.” In Kurikulum bagi Pemula: Tinjauan Teori dan Aplikasi dari Perspektif Kristen, diedit oleh J Zendrato, J S Putra, W Cendana, A E Susanti, A P Munthe, dan A W Pangestuti, 94–123. Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia: CV Oase Grup.

Tety, Tety, dan Soeparwata Wiraatmadja. 2017. “Prinsip-Prinsip Filsafat Pendidikan Kristen.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1 (1): 55. https://doi.org/10.46445/ejti.v1i1.56.

Tung, Khoe Yao. 2013. Filsafat Pendidkan Kristen: Meletakkan fondasi dan filosofi pendidikan Kristen di tengah tantangan filsafat dunia. Cet. 1. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Van, dan Harro Brummelen. 2008. Batu Loncatan Kurikulum. Tangerang: Universitas Pelita Harapan Press.

Wallace-Spurgin, Mekca. 2020. “Implementing Technology: Measuring Student Cognitive Engagement.” International Journal of Technology in Education 3 (1): 24. https://doi.org/10.46328/ijte.v3i1.13.

Wiggins, G, dan J McTighe. n.d. Understanding by Design. 2nd ed. Alexandria, USA: Association for Supervision and Curriculum Development.

Wyatt, Carol. 2017. “Keeping Classrooms Christ-Centered in One-to-One Technology Classrooms.” Journal of Catholic Education 20 (2): 228–32. https://doi.org/10.15365/joce.2002122017.

Yamin, Muhammad, dan Syahrir Syahrir. 2020. “Pembangunan Pendidikan Merdeka Belajar (Telaah Metode Pembelajaran).” Jurnal Ilmiah Mandala Education 6 (1): 126–136. https://doi.org/10.36312/jime.v6i1.1121.

Zed, Mestika. 2008. Metodologi Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor.

Zendrato, Junirian. 2019. Kurikulum bagi Pemula: Tinjauan Teori dan Aplikasi dari Perspektif Kristen. Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia: CV Oase Grup.

Published
2022-06-25
How to Cite
Purba, P., & Bermuli, J. E. (2022). KONSEP MERDEKA BELAJAR DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KRISTEN UNTUK MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL. BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(1), 79-99. https://doi.org/10.46558/bonafide.v3i1.83
Section
Articles